Semuanya kering dalam gersang waktu
Menanti adalah derita kecil yang tak pernah sembuh
Terbiar dalam padang resah yang luas
Tandus dibakar nyala bosan yang panas.
Betapa detik terlalu berjurang antaranya
Tidak tersambung oleh titian nyaman
Yang ada hanya angan-angan kaku
Menusuk sanubari dalam suara yang bisu.
Sapaan bukan lagi kerdip bintang malam
Kiranya sinis suara yang memugar daerah rasa
Gegar sukma lara bagai hilang doa syurga
Tabah jatuh di lantai durja semua anggota.
Begitulah jika tiada rela menongkat tindak
Pasti terbeban semua celaka menekan pundak
Kembalilah kepada ritma diri
Yang selama ini terbangun teguh di pusar mimpi.
Lapangan Terbang Sultan Muhammad ke IV,
Kota Bharu,
26/9/2010
Selasa, April 26, 2011
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)
Travelog Jogjakarta 2026
Saya melancong ke Jogjakarta pada 11 Februari hingga 14 Februari. Kunjungan ini merupakan kali kedua selepas 14 tahun. Saya tiba di Kulo...
-
Tiba jua di persimpangan ini, Barulah kita tahu besarnya erti budi, Makna jalinan kasih yang abadi, Semarak mesra yang mercup dalam manis bi...
-
Inilah kisah kerjaya mulia, Mendidik mengajar selagi terdaya, Ibarat lilin memberi cahaya, Bukan balasan harta pintanya. Guru itu sanggup be...
-
Bak Air Yang Mengalir Bak air yang mengalir. Tiba jua kiranya di muara waktu, Perpisahan mengimbau makna sebuah rindu, Pada jejak...

Tiada ulasan:
Catat Ulasan