Isnin, April 21, 2014

Bromo

Kawahmu bak lohong neraka
bakal menarik semua pendosa
rupa dan suara menggugat selesa
kau masih menarik damba
warga dan wisata
sepanjang masa.

Ketika bersemuka di ruang terbuka
savanna berbunga aneka warna
sang pengaret pulang bersepeda
makanan si kuda pembawa laba
dikerah tenaga semahu-mahunya.

Pasir Berbisik nampak hitam saujana
dingin menggigit dalam aroma pesona
ngarai dan puncak berbaur kabut
menderu elus pawana lembut.

Ini Bromo bumi berapi penuh mimpi
menumpahkan lahar rezeki tiada henti
kawahnya hangat pamahnya nikmat
subur menghijau bagai anugerah keramat.

Cukup sekali aku bertandang, Bromo!
membawa rindu lewat Probolinggo
tanah timur pulau yang makmur
kukenang indahmu sepanjang umur.

 
Ghazali Lateh,
12 April 2014
Gunung Bromo,
Jawa Timur.