Selasa, Disember 22, 2009

Seperti Air


Waktu berlalu bagaikan air yang mengalir, tanpa henti biar sedetik. Ketika alirnya tiba di lembah matang ini, terasa alirannya berat berbaur seribu keladak dan puing-puing yang dikutip sepanjang perjalanan. Muarapun semakin dekat dan alir tetap terus menuju destinasinya. Bisakah aku mengubah aliran ini kembali ke hulu, ketika titis-titis hujan terkumpul di lopak-lopak kecil dengan percikan lincah. Dan terkumpul akhirnya alur-alur kecil menuruni lurah-lurah yang gesit. Meredah segala liku, tanpa takut, tanpa ragu. Ketika alurnya membesar di cerus-cerun bongkah kehidupan, kerikilnya tetap ada. Akan tetapi keceriaan tetap menjadi senjata menerobos suka dan duka.

Namun, semua itu hanya impian yang telah berlalu. Seperti air yang berladung di lembah berat ini, aku tetap meneruskan aliranku. Tanpa memikirkan jarak ke muara kerana semua itu adalah kudrat-Nya. Segala yang terhimpun di sepanjang aliran hidup ini adalah pengalaman yang kupaparkan untuk renungan insan, zaman berzaman.

Tiada ulasan:

Travelog Seoul Korea 2017

Tanpa banyak persediaan, saya membuat keputusan untuk melancong ke Seoul. Saya terbang ke Seoul pada 28 Ogos, dengan Air Asia.   Kami tiba ...