Selasa, November 03, 2009

Ilusi Sebuah Mimpi


Senja mengutuskan resah pada malam,
Malam membingkis mimpi pada lena,
Fajarpun terlalu jauh,
Mengurung diri,
Sepi,
Sepi…

Dalam mimpi itu,
Tuhan datang dengan segala iradat-Nya,
Mata terpana;
- menjeling usia yang hilang.
- menangisi iman yang gersang.
- melirik tawakal yang terbuang.
- Mengerling amal yang kontang.

Tidakkah kau terbangun,
Ketika muazin melaungkan azan pertama,
Dalam hening fajar;
- subuh ini titik mula sebuah perjalanan hari
- langkahlah dengan zuhud dan suci hati
- pilihlah landasan lurus
- pulanglah dengan rezeki kudus.

Pagi mengutus wasiat pada hari,
Biarku keringkan embun dosa di kaki.


Ghazali Lateh,
Banting,
7/7/03

Tiada ulasan:

Travelog Seoul Korea 2017

Tanpa banyak persediaan, saya membuat keputusan untuk melancong ke Seoul. Saya terbang ke Seoul pada 28 Ogos, dengan Air Asia.   Kami tiba ...