Khamis, Julai 23, 2009

Hanya Sebuah Sajak

Malam sering mencuri sedikit rindu
tentang masa lalu
ketika langkah tidak terarah
diamuk pasrah.

Malam adalah saat bungkam
menangisi kelam
dan sarat dendam
yang kian terpadam
dalam ingatan berbalam
tentang masa silam.

Tidurlah aduhai permaisuri hati
buanglah segala sangkutan duri
yang menyiksa nurani
ke sudut pagi
kiranya dikau bermimpi nanti
hadirlah daku membawa ilusi
yang tidak bertepi.

Dan esok
segalanya belum pasti
masih ceriakah mentari
atau suram sepanjang hari.

Kala itu aku bukan lagi seorang penanti
yang kehilangan memori
tentang lumrah hidup ini
penuh cinta yang misteri
sebelum kita berangkat pergi.

Tiada ulasan:

Travelog Seoul Korea 2017

Tanpa banyak persediaan, saya membuat keputusan untuk melancong ke Seoul. Saya terbang ke Seoul pada 28 Ogos, dengan Air Asia.   Kami tiba ...