Selasa, Julai 15, 2008

Bahasaku

Bahasaku

Bahasaku air jernih penyejuk murka buana,
Bahasaku semilir angin peniup haba duka,
Bahasaku api marak pembakar semangat waja,
Bahasaku tanah subur penyambung hayat bangsa.

Bahasaku bintang terang mengerdip ufuk saujana,
Bahasaku bulan lembut menyuluh malam hiba,
Bahasaku mentari segar memijar bicara fatwa,
Bahasaku cakerawala wibawa suara jagat raya.

Bahasaku budi pekerti penghias murni peribadi,
Bahasaku jasa murni wacana pendeta sejati,
Bahasaku wasiat leluhur peneguh jati diri,
Bahasaku amanah besar pusaka warisan hakiki.

Bahasaku santun tersusun pemangkin daya budaya,
Bahasaku anggun tertenun pemanis bual bicara,
Bahasaku rumpun rimbun penyubur sulur sastera,
Bahasaku pohon temurun menunjang tamadun manusia.

Bahasa adalah jiwa, adalah nyawa, adalah harta,
Bahasa adalah jata, adalah nusa, adalah bangsa,
Bahasa adalah diri kita,
Bahasa Melayu tetap ternama.

Ghazali Lateh,
Banting,
6 Disember 2000.

Tiada ulasan:

Travelog Seoul Korea 2017

Tanpa banyak persediaan, saya membuat keputusan untuk melancong ke Seoul. Saya terbang ke Seoul pada 28 Ogos, dengan Air Asia.   Kami tiba ...