Sabtu, Mei 29, 2010

Nilai Sebuah Sajak

TIBA WAKTUNYA

Angin musim semakin deras dan ganas
meniup tamadun ke era yang pantas
lihatlah siapa mereka yang memanjang langkah
merebut tunas-tunas harapan yang hijau
dari putik dan pucuk berembun kemilau.

Haruskan kita tunduk mengutip sisa-sisa
atau berada di sana meraih sejahtera?
Usah kautanya persoalan dilema
kerana ini bukan waktunya
untuk berhujah perlu tidaknya
dan masa pun tidak akan menanti
buat mewajar padah atau simpati.

Wanita zaman siber
perlu mengacung minda ke tengah arena
suara dan kudratmu adalah pemangkin aspirasi
menuju wawasan era globalisasi.

Lepaskan segala belenggu kedaifan
huraikan segala keliru kekusutan
wanita zaman ini perlu bangun berani
yakin diri tahan diuji
tinggi pekerti anggun gerak-geri
terunggul dalam segala segi.

Mari kita jana semua upaya
dalam menjulang citra seluruh wanita
dengan kudrat mental juga fizikal
berbekal iman dan semangat cekal
kita gerakkan kemampuan yang pukal.

Kini sudah tiba waktunya
kita bertakhta di persada dunia.


Catatan.
Sajak ini termuat dalam antologi Harga Remaja bacaan murid tingkatan 4. Nilai sajak ini hampir dua bulan gaji. Alhamdulillah.

Tiada ulasan:

Travelog Seoul Korea 2017

Tanpa banyak persediaan, saya membuat keputusan untuk melancong ke Seoul. Saya terbang ke Seoul pada 28 Ogos, dengan Air Asia.   Kami tiba ...